PERBEDAAN TEMPAT SAMPAH PLASTIK DAN FIBERGLASS
Salah satu material yang akhir-akhir ini mulai berkembang penggunaanya di dunia teknik (engineering) adalah material komposit, yaitu kombinasi dari dua bagian yaitu fiber sebagai penguat dan resin sebagai pengikat (selengkapnya baca disini). Salah satu bahan yang paling banyak digunakan karena cukup ekonomis dan tangguh digunakan dalam berbagai aplikasi adalah fiberglass. Cukup sering terjadi kesalahpahaman antara material fiberglass ini dengan material plastik karena memang secara sekilas tampilanya hampir serupa dan aplikasinya pada bidang yang hampir sama atau saling menggantikan.
Artikel ini akan mengupas lebih mendalam perbedaan tersebut dengan mengambil contoh produk tempat sampah. Meskipun produk ini terlihat sederhana, namun pada aplikasinya, produk ini dibebani dengan cukup ekstrim, baik beban bantingan oleh penggunanya saat pengeluaran sampah maupun dipasang diruang terbuka dengan perubahan cuaca yang ekstrim, mulai dari terik matahari yang sangat panas dan guyuran air yang deras, belum lagi faktor sampah yang ada didalamnya menambah beban berat tempat sampah dan bahan-bahan kimia yang berada di dalamnya juga berpotensi merusak produk tong sampah.
Oleh karena itu, faktor pemilihan bahan tempat sampah cukup dominan. Salah satu penggunaan yang sudah populer pada tempat sampah outdoor adalah menggunakan bahan plastik dan fiberglass. Meskipun dalam kondisi baru tempat sampah plastik lebih terlihat mewah dan halus, namun tempat sampah plastik tidak tahan beban bantingan dan mudah retak karena sifatnya yang getas. Karena sifatnya yang getas tersebut, sedikit saja retakan pada plastik akan mudah menyebar dan reparasinya cukup sulit dilakukan.


Tempat sampah fiberglass dapat memiliki permukaan yang sangat halus dibagian luar, namun bagian dalamnya akan terlihat serat-serat fiber tentu saja hal ini tidak menjadi masalah untuk aplikasinya sebagai tempat sampah. Dibandingkan dengan plastik, bahan fiberglass jauh lebih ulet dan tahan banting sehingga umur ekspektasinya jauh lebih lama dibandingkan plastik. Adapun jika terjadi retak pada produk fiberglass, reparasi dapat dengan mudah dilakukan cukup dengan melapisi bagian dalamnya dengan fiberglass dan cairan resin yang sudah diberi katalis.
Keunggulan lain dari bahan fiberglass adalah penggunaan pewarna internal atau dikenal dengan pigment, yaitu pewarnaan menyatu dengan produk sehingga tidak dapat luntur dikarenakan faktor lingkungan. Hal ini tentu saja sangat mendukung untuk menggunaanya di tempat terbuka (outdoor) dibandingkan dengan tempat sampah dengan pengecatan secara konvensional. Meskipun produk plastik juga menggunakan pewarnaan internal, namun warnanya dapat terdegradasi terhadap lingkungan karena permukaanya tidak diperkeras seperti pada produk fiberglass. Lapisan kulit yang keras yang berwarna mengkilat pada fiberglass disebut juga dengan gelcoat. Gelcoat pada fiberglass membuat permukaan produk lebih tahan luntur dan tahan gores dibandingkan produk plastik.
Selain itu, fiberglass juga luas penggunaanya karena terkenal bandel terhadap air ataupun bahan-bahan kimia sehingga tidak jarang fiberglass digunakan sebagai bahan tangki penyimpanan bahan atau septic tank. Keunggulan ini juga sangat mendukung penggunaanya sebagai tempat sampah, mengingat zat-zat kimia yang terkandung pada sampah cukup berpotensi merusak tempat sampah.
Berikut dapat dirangkum keunggulan bahan fiberglass pada aplikasi tempat sampah:
- Lebih ulet dan tahan banting
- Reparasi mudah dilakukan
- Warna lebih tahan lama
- Permukaan lebih tahan gores
- Bandel terhadap bahan kimia
Selain tempat sampah, fiberglass juga sering kali digunakan untuk membuat kursi tunggu, wahana permainan air, tangki air hingga perahu dan pesawat terbang.